Konten yang Tidak Layak Share

Beberapa hari lalu saya menemukan sebuah video amatir sebuah kejadian kecelakaan yang di-share di Whatsapp Group (WAG) yang saya ikuti. Video itu dengan jelas menyorot seorang wanita korban kecelakaan yang tewas di TKP dengan kondisi yang mengenaskan dimana kepalanya pecah terlindas truk. Jadi di video itu tergambar jelas bagaimana isi kepala yang sudah pecah berhamburan keluar. Berikut ini hasil capture-nya:

Saya pikir, video-video semacam ini tidak layak untuk di-share. Saya tidak mengerti bagaimana bisa seseorang begitu saja menyebarluaskan video yang seperti ini. Dimana masalahnya?

Pertama, video tersebut merupakan konten yang mengandung unsur sadis dan mengerikan. Tidak semua orang sanggup melihat gambar-gambar semacam itu tanpa merasa jijik.

Kedua, bayangkan jika korban yang ada di dalam video tersebut adalah keluarga atau teman anda. Sudah pasti anda tidak ingin melihat video tersebut untuk menghindari bertambahnya kepiluan hati dan trauma.

Jadi, harap dipikir ulang jika anda ingin menyebarluaskan konten-konten yang mengandung unsur sadis dan mengerikan.

Mematikan Notifikasi Google Chrome

Banyak pengguna Google Chrome yang merasa terganggu dengan adanya notifikasi yang tiba-tiba muncul di sebelah kanan layar. Bahkan terkadang, notifikasi yang muncul merupakan gambar-gambar yang tidak pantas.

Untuk menghilangkan notifikasi tersebut, berikut ini caranya:

  1. Copy URL ini ke Address Bar: chrome://settings/content/notifications lalu pencet Enter
  2. Cari tulisan “Ask before sending (recommended)” lalu klik Slider di sebelah kanannya hingga tulisannya berubah menjadi “Blocked”
  3. Jika Anda sudah terlanjur mengizinkan sebuah situs mengirimkan notifikasi, maka Anda perlu mematikannya satu per satu
  4. Cari situs yang dimaksud di bagian bawah dari tulisan “Allow”
  5. Klik simbol 3 titik, lalu pilih “Block” atau “Remove”
  6. Lakukan hal yang sama untuk situs-situs lainnya.

Selamat, Anda tidak akan diganggu oleh notifikasi lagi ketika membuka browser Google Chrome.

Pelaksanaan Undang-Undang Tidak Boleh Tebang Pilih

Siapapun yang ingin membuat suatu peraturan atau ketentuan, yang di dalam penyusunannya berpedoman kepada peraturan perundang-undangan di Indonesia, tidak boleh hanya mengambil pasal-pasal yang menguntungkan si pihak pembuatnya saja, tapi harus mengambil seluruh ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar tersebut. Hal ini untuk memenuhi asas keadilan dalam hukum, yaitu keseimbangan antara hak-hak dan kewajiban dari pihak-pihak yang berhubungan dengan peraturan atau ketentuan tersebut.

Saya ambil contoh dari peraturan mengenai lembur. Jika suatu perusahaan membuat ketentuan sesuai UU RI No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan jo. Kepmen Kep.102/Men/VI/2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur, maka perusahaan tersebut harus mengikutsertakan dua hal, yaitu ketentuan tentang batasan waktu lembur dan ketentuan tentang perhitungan upah lembur.

Perusahaan tidak bisa tebang pilih, hanya mengadopsi aturan tentang pengaturan waktu lembur tapi mengabaikan aturan mengenai perhitungan upah lembur, dan malah membuat ketentuan upah lembur sendiri (yang jauh lebih murah dibandingkan aturan perundang-undangan). Hal itu membuat ketentuan tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan batal demi hukum, juga mengakibatkan timbulnya ketidakadilan di dalam internal perusahaan.

Hal ini tampaknya sepele, tapi bisa jadi ada di dalam kehidupan sehari-hari kita.

Harapan Jika Perang Dunia 3 Terjadi

Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dengan Iran. Hal itu disebabkan oleh dibunuhnya jenderal Iran, Qasem Soleimani oleh tentara AS.

AS berpandangan bahwa Soleimani mengancam keamanan negara mereka, sehingga mereka menyerang dan membunuh Soleimani. Iran sendiri tidak terima dengan kejadian itu, dan mengirimkan serangan balasan dengan menyerang pangkalan militer AS di Irak.

Tagar WWIII dan kata kunci World War 3 pun menjadi trending topic dunia akibat kejadian tersebut.

Sementara itu di Asia, hubungan Indonesia dengan Tiongkok agak menegang karena kapal-kapal ikan Tiongkok memasuki perairan Indonesia di Natuna dan mencuri ikan di sana. Bahkan kapal-kapal ikan tersebut dikawal oleh kapal Coast Guard mereka.

Tiongkok berpandangan bahwa mereka berada di perairan Tiongkok. Sementara itu Indonesia berpandangan bahwa wilayah itu adalah wilayah Indonesia sesuai dengan konvensi UNCLOS yang juga disepakati oleh Tiongkok.

Dua kejadian yang terjadi di awal tahun 2020 ini menjadi kejutan tahun baru yang tidak diduga banyak orang. Saya berharap Tiongkok menghormati kedaulatan laut Indonesia dan segera keluar dari wilayah perairan Natuna. Untuk kasus AS-Iran, saya cuma berharap kalaupun perseteruan mereka terus memanas dan berlarut-larut, semoga gak ada efek negatifnya untuk Indonesia. Malah kalo bisa sih Rupiah menguat terhadap US Dollar, IHSG naik, dan NAB reksadana naik hahaha.

Menulis Tahun 2020 Harus Lengkap

Kemarin saya mendapatkan broadcast message di salah satu grup WA yang saya ikuti, isinya sebagai berikut:

Sekedar mengingatkan :

Untuk segala surat penyurat , apalagi yang mengandung nilai perikatan hukum. Untuk penulisan tanggal selama tahun 2020, harap jangan disingkat, misalnya hanya ditulis 25/02/20. Hal ini bisa disalahgunakan orang dengan menambahkan 2 angka dibelakangnya, misalnya menjadi 25/02/2019 atau 25/02/2018, dan seterusnya. Harap selama tahun 2020 penulisan tanggal ditulis lengkap : 25/02/2020 supaya tidak bisa ditambahi angka untuk disalahgunakan.

Nanti setelah tahun 2021 boleh disingkat lagi menjadi 25/02/21, karena sdh tidak bisa ditambahi angka lagi.

Boleh dishare untuk mencegah hal2 yg tidak diinginkan di kemudian hari.

Selamat memasuki tahun 2020.

Inti dari broadcast (BM) itu adalah, berhati-hati ketika menuliskan tahun saat menulis tanggal agar tidak menyingkat 01/01/2020 menjadi 01/01/20 karena angka 20 bisa ditambahi angka lain semisal 19 di belakangnya (jadinya 2019).

Pesannya sangat bagus, tapi saya jadi inget-inget lagi bagaimana selama ini saya menuliskan tanggal. Ternyata saat membuat surat resmi (yang diketik dengan komputer), saya selalu menuliskan tanggal dengan format baku, seperti ini: 19 Januari 2020.

Mungkin yang sering pake format pendek sesuai dengan yang di BM di atas adalah ketika saya nulis memo atau catatan kecil menggunakan pulpen. Tapi sekarang ini saya udah sangat jarang nulis memo.

Well anyway, dari sekian banyak BM yang kebanyakan “pepesan kosong” bahkan menjurus hoax, baru kali ini saya dapet broadcast yang cukup ada faedahnya secara teknis. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Pengen Kuliah

Saya ini lagi ngebet banget pengen kuliah lagi. Dulu sempet kuliah tapi DO hahaha.

Sekarang lagi kepikiran pengen kuliah di UT (Universitas Terbuka). Lho kenapa pilih UT?

Yang pasti, UT yang paling cocok sama kondisi saya sekarang. Saya sulit untuk bolak balik rumah-kantor-kampus setiap hari karena yaaa waktunya susah. Jadi lebih pilih kuliah online.

Biaya pun jadi pertimbangan saya, karena biaya di UT masih terjangkau buat saya. Pilihan saya mau ke program studi Manajemen, akreditasinya juga udah A. Saya cek sekilas mata kuliah juga kayaknya seru-seru kecuali Matematika Ekonomi kali ya? Haha.

Sebenernya saya sempet bingung pilih antara program studi Manajemen sama Administrasi Bisnis, tapi akhirnya saya putuskan pilih Manajemen. Kenapa? Mungkin nanti saya jawab detail kalo udah ngerasain kuliah Manajemen biar gak salah.

Ya semoga gak ada halangan dan saya bisa daftar di semester ganjil nanti. Amin.

Belajar Reksadana

Saya mulai coba belajar dan beli reksadana sekitar pertengahan tahun 2018. Ketika itu, Tokopedia mulai membuka fasilitas pembelian reksadana, maka saya manfaatkan untuk nyobain. Pada waktu itu di Tokopedia cuma ada reksadana pasar uang.

Sekarang saya mulai nyobain investasi di Bareksa, marketplace khusus reksadana. Sebenernya, masih ada marketplace lain seperti Bibit atau Ajaib. Ke depan akan saya coba satu persatu, tapi untuk sekarang saya baru coba Bareksa.

Di Bareksa (dan sepertinya di marketplace reksadana lainnya juga), pilihan reksadana lebih lengkap karena di sana ada reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham. Untuk kalian yang pengen tau bedanya masing-masing tipe itu, mungkin lebih lengkapnya kalo kalian cari referensi sendiri, ada banyak di google.

Tapi yang saya tau, kalo kalian cuma ingin nabung uang lebih, gak tau juga kira-kira kapan uang itu bakal dipakai, dan gak bisa terima resiko uangnya berkurang, maka pilihlah reksadana pasar uang. Tapi kalo sebaliknya, kalian bener-bener ingin berinvestasi dan uangnya kemungkinan gak akan dipakai dalam jangka waktu lama, pilihlah reksadana saham. Nah, kalo kondisi kalian berada di tengah-tengah, bisa pilih reksadana pendapatan tetap atau reksadana campuran.

Itu sedikit tips dari saya, semoga gak salah ya. 😀

Nah saya sendiri di Bareksa baru berinvestasi di 2 reksadana, pasar uang sama pendapatan tetap. Karena waktu di Tokopedia udah terbiasa sama reksadana pasar uang yang uangnya selalu nambah, waktu itu saya agak kaget ketika di reksadana pendapatan tetap uangnya berkurang ha ha ha. Tapi sekarang udah terbiasa dan uangnya juga udah nambah.

Sekarang saya udah males ngecek-ngecek, fokusnya sekarang cuma supaya bisa nambahin investasi tiap bulan abis gajian.

Area ini Diawasi Kamera CCTV

Kalimat judul di atas sering kita jumpai di tempat-tempat yang membutuhkan keamanan ekstra. Kalimat di atas menjadi mantra sakti yang diyakini membuat para pelaku kejahatan mengurungkan niatnya. Bahkan ada juga yang hanya menempelkan stiker bertuliskan kalimat tersebut, padahal mereka tidak pasang CCTV ha ha ha. Lalu apakah tulisan di atas saja cukup untuk mencegah tindak kejahatan?

Jawabannya sangat relatif dan tergantung dari banyak faktor. Tapi, akan lebih baik lagi jika ada upaya-upaya yang lebih substantif yang dapat semakin meminimalisasi tindak kejahatan dibanding hanya menempel stiker dengan kalimat di atas, di antaranya adalah:

  1. Gunakan hanya kamera CCTV dengan kualitas yang baik.
    Banyak tempat-tempat yang hanya menggunakan kamera CCTV alakadarnya. Biasanya, kamera-kamera CCTV ini ditawarkan oleh vendor dalam bentuk paketan dengan harga miring. Padahal jika ditelusuri hasilnya, kamera ini tidak dapat mengidentifikasi objek secara jelas. Dalam istilah dunia video surveillance, kamera itu masuk dalam kategori deteksi, bukan rekognisi, apalagi identifikasi.
  2. Pusatkan semua kamera CCTV pada 1 ruang kontrol.
    Karena fokusnya adalah untuk mencegah, maka penting sekali untuk menempatkan orang yang bertugas mengawasi kamera-kamera CCTV yang ada untuk dapat berkoordinasi dengan petugas keamanan di lapangan.

Nah, upaya-upaya di atas penting dilakukan untuk meminimalisasi tindak kejahatan.

Plastik Tidak Berbahan Plastik (Kantong Singkong)

Beberapa waktu lalu, ada yang mengirimkan mie ayam untuk saya dan teman saya di tempat kerja. Begitu saya terima dengan penuh kasih, saya langsung taruh dua-duanya yang masih dibungkus kantong plastik di samping meja kerja saya karena waktu itu masih banyak kerjaan yang harus diselesaikan. Saya tidak begitu memperhatikan mie ayam dan bungkusannya.

Selang beberapa lama akhirnya saya ambil mie ayam tersebut, tapi saya merasa terkejut karena tekstur kantong plastiknya tampak seset dan lembab. Malah saya berpikir kalau kantong plastiknya basah akibat hawa panas dari mie ayam. Akhirnya, teman saya memberitahu saya bahwa itu bukan basah, tapi kantong plastiknya terbuat dari singkong.

Saya malah makin terkejut ha ha ha. Saya bertanya-tanya apakah inovasi benar-benar udah sampai ke situ, karena saya belum pernah mendengar tentang plastik dari singkong ini. Dengan gercep saya langsung browsing internet untuk mencari informasinya. Ternyata benar, sekarang sudah ada plastik berbahan singkong. Ehhh, seharusnya malah namanya bukan plastik karena bahannya sama sekali tidak mengandung plastik. Mungkin lebih tepat jika disebut kantong berbahan singkong. Untuk bentuknya, persis sama dengan kantong plastik biasa. Kalian bisa liat sendiri di google gambarnya karena saya lupa foto.

Tentunya, hal ini adalah kabar yang sangat baik bagi lingkungan. Apapun upaya untuk mengurangi plastik adalah hal yang sangat baik dan harus didukung. Saya pun akhirnya mencoba mencari informasi lebih dalam lagi tentang kantong berbahan singkong ini.

Ternyata, kantong ini terbuat dari pati singkong. Saya kurang ngerti juga proses pembuatannya seperti apa, jika kalian tertarik untuk produksi bisa search sendiri referensinya di google. Yang pasti, kantong ini akan terdegradasi secara alami di alam hanya dalam waktu beberapa bulan, dan tidak meninggalkan residu yang berbahaya bagi alam kita.

Saya cek sudah banyak yang jual secara online lewat situs-situs marketplace. Di Tokopedia, kantong singkong ini dijual sekitar Rp 20ribu – 30ribuan per 50pcs untuk yang ukuran kecil. Jadi, sekitar Rp 600,- per 1pcs belum termasuk ongkir. Harga yang masih terhitung mahal jika dibandingkan dengan kantong plastik biasa yang harganya sekitar Rp 7ribuan per 50pcs alias Rp 150,- per 1pcs. Perbedaannya mencapai 4 kali lipat.

Biarpun begitu, kita harus tetep mendukung keberadaan kantong singkong ini. Mungkin awalnya terasa mahal, namun jika semakin banyak yang menggunakan kantong singkong ini, harganya akan semakin murah akibat produksi massal. Saya sendiri, karena ada warung kecil di rumah, berencana untuk mengganti kantong plastik dengan kantong singkong ini, tapi masih dalam proses analisis awal biar gak rugi. 🙂

e-Rapor SMP Ngehang / Lemot

SMP Regina Pacis Bogor sudah 3 semester belakangan ini mengimplementasikan penggunaan aplikasi e-Rapor yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Aplikasi e-Rapor ini dikembangkan agar memudahkan para guru dalam melaksanakan proses penilaian hasil belajar peserta didik.

Berdasarkan pengalaman 3 semester ini, ada 1 kendala yang cukup merepotkan kami, yaitu dimana ketika aplikasi e-Rapor secara tiba-tiba tidak dapat diakses. Browser loading terus, tapi yang muncul hanya blank page. Namun setelah ditunggu beberapa menit kemudian, dia bisa diakses lagi. Padahal gak diapa-apain. Hal ini terjadi baik di versi 1.0 maupun 2.0.

Cukup lama saya mencari solusi untuk masalah ini, sampai akhirnya saya ketemu postingan ini. Hanya menambahkan 2 baris konfigurasi di bawah ini ke dalam file httpd.conf:

AcceptFilter http none
AcceptFilter https none

Saya minta ijin ke pihak SMP untuk mengimplementasikan solusi tersebut, dan voila, masalah di atas sudah tidak pernah muncul lagi sampai pembagian rapor.

Barangkali ada yang memiliki masalah yang sama, silakan dicoba.