Pengumuman Untuk Yang Selalu Julid di Kantor

Pengumuman untuk kalian yang selalu julid di kantor, tolong itu gajinya dikembalikan!

Hehe, canda. Tapi pernah gak sih kalian nemuin makhluk-makhluk yang selalu julidin apapun yang ada di kantor? Saya pernah, dan ngeliatnya sungguh amat risih, walaupun bukan saya yang dijulidin.

Kira-kira kenapa sih mereka kok kayaknya berpikiran bahwa apapun yang terjadi di kantor pasti salah dan pasti buruk. Tidak pernah ada sekalipun yang dinilai baik. Kalo terlalu jelas begitu kan jadi keliatan banget subjektifnya.

Menurut pengalaman saya sih, hampir semua yang bersikap seperti itu adalah pasukan Barisan Sakit Hati (BSH) yang merasa sudah tidak ada harapan untuk maju. Padahal, kalo pola pikirnya diperbaiki, mungkin kemajuan sudah di depan mata. Hanya karena gelap hati, jadi mentok hidupnya.

Jujur, saya pribadi juga suka nyinyir dan julid kalo ada sesuatu di kantor yang menurut saya gak pas. Tapi saya semaksimal mungkin berusaha untuk objektif dan tanpa ditambahin bumbu-bumbu cocoklogi. Saya juga berusaha untuk melihat dari sudut pandang orang yang sedang saya julidin. Dan yang paling penting buat saya, saya mencoba untuk tetap bekerja profesional.

Saya tidak berusaha untuk membuktikan julidan saya terhadap seseorang dengan mempersulit pekerjaan dia. Malah sering juga saya terang-terangan mengutarakan kepada seseorang kalo ada sesuatu dari dia dan pekerjaannya yang kurang sreg buat saya. Biar kerjaan saya pun tetap bisa berjalan dengan baik.

Intinya, nyinyiran dan julidan itu seharusnya ditujukan untuk kemajuan kantor dan diri kita sendiri, bukan malah untuk menghancurkan kantor apalagi menghancurkan diri kita sendiri. Bunuh diri itu namanya.

Konten yang Tidak Layak Share

Beberapa hari lalu saya menemukan sebuah video amatir sebuah kejadian kecelakaan yang di-share di Whatsapp Group (WAG) yang saya ikuti. Video itu dengan jelas menyorot seorang wanita korban kecelakaan yang tewas di TKP dengan kondisi yang mengenaskan dimana kepalanya pecah terlindas truk. Jadi di video itu tergambar jelas bagaimana isi kepala yang sudah pecah berhamburan keluar. Berikut ini hasil capture-nya:

Saya pikir, video-video semacam ini tidak layak untuk di-share. Saya tidak mengerti bagaimana bisa seseorang begitu saja menyebarluaskan video yang seperti ini. Dimana masalahnya?

Pertama, video tersebut merupakan konten yang mengandung unsur sadis dan mengerikan. Tidak semua orang sanggup melihat gambar-gambar semacam itu tanpa merasa jijik.

Kedua, bayangkan jika korban yang ada di dalam video tersebut adalah keluarga atau teman anda. Sudah pasti anda tidak ingin melihat video tersebut untuk menghindari bertambahnya kepiluan hati dan trauma.

Jadi, harap dipikir ulang jika anda ingin menyebarluaskan konten-konten yang mengandung unsur sadis dan mengerikan.

Harapan Jika Perang Dunia 3 Terjadi

Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dengan Iran. Hal itu disebabkan oleh dibunuhnya jenderal Iran, Qasem Soleimani oleh tentara AS.

AS berpandangan bahwa Soleimani mengancam keamanan negara mereka, sehingga mereka menyerang dan membunuh Soleimani. Iran sendiri tidak terima dengan kejadian itu, dan mengirimkan serangan balasan dengan menyerang pangkalan militer AS di Irak.

Tagar WWIII dan kata kunci World War 3 pun menjadi trending topic dunia akibat kejadian tersebut.

Sementara itu di Asia, hubungan Indonesia dengan Tiongkok agak menegang karena kapal-kapal ikan Tiongkok memasuki perairan Indonesia di Natuna dan mencuri ikan di sana. Bahkan kapal-kapal ikan tersebut dikawal oleh kapal Coast Guard mereka.

Tiongkok berpandangan bahwa mereka berada di perairan Tiongkok. Sementara itu Indonesia berpandangan bahwa wilayah itu adalah wilayah Indonesia sesuai dengan konvensi UNCLOS yang juga disepakati oleh Tiongkok.

Dua kejadian yang terjadi di awal tahun 2020 ini menjadi kejutan tahun baru yang tidak diduga banyak orang. Saya berharap Tiongkok menghormati kedaulatan laut Indonesia dan segera keluar dari wilayah perairan Natuna. Untuk kasus AS-Iran, saya cuma berharap kalaupun perseteruan mereka terus memanas dan berlarut-larut, semoga gak ada efek negatifnya untuk Indonesia. Malah kalo bisa sih Rupiah menguat terhadap US Dollar, IHSG naik, dan NAB reksadana naik hahaha.