Organisasi Tanpa Sistem adalah Kekacauan

Tidak adanya sistem dan aturan yang jelas di dalam sebuah organisasi akan mengakibatkan kacaunya kerja organisasi tersebut di dalam mencapai tujuannya. Apa saja efeknya?

Ketidakjelasan

Tidak adanya sistem membuat tidak adanya kejelasan tugas, tanggungjawab, pengawasan, dan lain sebagainya. Hal tersebut akan menyebabkan kebingungan di antara para anggota organisasi.

Konflik

Dengan adanya ketidakjelasan pembagian tugas dan tanggungjawab, akan terjadi kekacauan di antara para anggota organisasi. Mereka akan saling lempar tugas dan tanggungjawab satu sama lain, dan itu akan menyebabkan konflik.

Turnover Tinggi

Tentu saja, dengan kekacauan yang ada akibat tidak adanya kejelasan pembagian tugas dan tanggungjawab akan mengakibatkan anggota organisasi merasa tidak betah dan ingin keluar dari situ.

Performa Menurun

Semua akibat di atas akan berujung pada satu kerugian yang paling utama, yaitu menurunnya performa organisasi secara keseluruhan. Hal ini akan mengganggu keberlangsungan organisasi di dalam mencapai tujuannya.

Oleh karena itu, penting bagi pemilik ataupun pimpinan sebuah organisasi untuk membuat sebuah sistem yang komprehensif supaya bisa mengoptimalkan kerja dari organisasi tersebut.

Belajar Reksadana

Saya mulai coba belajar dan beli reksadana sekitar pertengahan tahun 2018. Ketika itu, Tokopedia mulai membuka fasilitas pembelian reksadana, maka saya manfaatkan untuk nyobain. Pada waktu itu di Tokopedia cuma ada reksadana pasar uang.

Sekarang saya mulai nyobain investasi di Bareksa, marketplace khusus reksadana. Sebenernya, masih ada marketplace lain seperti Bibit atau Ajaib. Ke depan akan saya coba satu persatu, tapi untuk sekarang saya baru coba Bareksa.

Di Bareksa (dan sepertinya di marketplace reksadana lainnya juga), pilihan reksadana lebih lengkap karena di sana ada reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham. Untuk kalian yang pengen tau bedanya masing-masing tipe itu, mungkin lebih lengkapnya kalo kalian cari referensi sendiri, ada banyak di google.

Tapi yang saya tau, kalo kalian cuma ingin nabung uang lebih, gak tau juga kira-kira kapan uang itu bakal dipakai, dan gak bisa terima resiko uangnya berkurang, maka pilihlah reksadana pasar uang. Tapi kalo sebaliknya, kalian bener-bener ingin berinvestasi dan uangnya kemungkinan gak akan dipakai dalam jangka waktu lama, pilihlah reksadana saham. Nah, kalo kondisi kalian berada di tengah-tengah, bisa pilih reksadana pendapatan tetap atau reksadana campuran.

Itu sedikit tips dari saya, semoga gak salah ya. 😀

Nah saya sendiri di Bareksa baru berinvestasi di 2 reksadana, pasar uang sama pendapatan tetap. Karena waktu di Tokopedia udah terbiasa sama reksadana pasar uang yang uangnya selalu nambah, waktu itu saya agak kaget ketika di reksadana pendapatan tetap uangnya berkurang ha ha ha. Tapi sekarang udah terbiasa dan uangnya juga udah nambah.

Sekarang saya udah males ngecek-ngecek, fokusnya sekarang cuma supaya bisa nambahin investasi tiap bulan abis gajian.